Rabu, 17 Februari 2016

Hukum Boyle
yaitu hukum fisika yang menjelaskan bagaimana kaitan antara tekanan dan volume suatu gas. Penemu hukum boyle adalah Robert Boyle (1627-1691), dia melakukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tekanan dan volume gas pada suhu yang konstan. Dari hasil penelitiannya, Robet Boyle menemukan bahwa hasil kali tekanan dan volume gas dalam ruangan tertutup adalah tetap/konstan.

Hukum Boyle

Hukum boyle ditemukan oleh Robert Boyle yang menyelidiki pengaruh tekanan terhadap volume gas pada suhu tetap. Pernyataan Robert Boyle dikenal dengan Hukum Boyle, yang berbunyi :
“Pada suhu tetap, tekanan gas di dalam ruang tertutup berbanding terbalik dengan volumenya”
Dari hukum Boyle tersebut berarti hasil kali tekanan dan volume gas dalam ruang tertutup adalah konstan (tetap) asalkan suhu gas tetap.
Pernyataan tersebut bila ditulis dalam bentuk rumus :
P . V = C
Dimana c = bilangan tetap (konstanta)
Bila tekanan diubah maka volum gas juga berubah maka rumus di atas dapat ditulis sebagai berikut.
P1 . V1 = P2 . V2
Keterangan:
P1 = tekanan gas mula-mula (atm, cm Hg, N/m2, Pa)
P2 = tekanan gas akhir (atm, cm Hg, N/m2, Pa)
V1 = volum gas mula-mula (m3, cm3)
V2 = volum gas akhir (m3, cm3)

Penerapan Hukum Boyle

Penerapan Hukum Boyle terdapat pada prinsip kerja pompa. Pompa adalah alat yang digunakan untuk memindahkan gas atau zat cair. Berdasarkan prinsip kerja ini, pompa dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu pompa hisap dan pompa tekan.
Perlatan Dengan Prinsip hukum BoylePerlatan Dengan Prinsip Hukum Boyle
Saat penghisap ditarik, maka volume udara dalam pompa membesar dan udara tidak dapat masuk ke ban sebab harus masuk melalui katup (ventil) dari karet. Jika pengisap ditekan maka volume udara dalam pompa mengecil dan udara dapat masuk ke ban melalui ventil karena tekanannya membesar.

Contoh Soal Terkait Hukum Boyle

Suatu ruangan tertutup mengandung gas dengan volume 200 ml. Jika tekanan ruangan tersebut adalah 60 cmHg, hitunglah tekanan gas pada ruangan yang volumenya 150 ml?
Diketahui: V1 = 200 mL ; P1 = 60 cmHg ; V2 = 150 ml
Ditanya : P2 ?
Jawab :
Jadi, tekanan gas pada ruangan yang volumenya 150 ml berdasarkan hukum boyle adalah 80 cmHg.

Selasa, 16 Februari 2016

PASSION seorang GURU

Menjadi seorang guru haruslah memiliki passion. Guru diharuskan bekerja total selama 24 jam. Mengapa bisa begitu?berikut penjabarannya.

Jam mengajar guru di sekolah antara rentang waktu jam 07.30 s/d 13.20
Kurang lebih 6 jam di sekolahan. Bisa saja lebih dari itu, ditambah lagi jam ekstrakurikuler yang dilaksanakan sore hari. Sudah jelas bahwa pada saat tersebut guru berkewajiban untuk mendidik siswa dengan sepenuh hati. Di luar jam itu guru juga diharuskan memberi contoh atau teladan di masyarakat. Inilah overtime atau pekerjaan lembur seorang guru. Bagi guru yang tidak punya passion, pastilah berat menjalani pekerjaan ini. Ini soal passion, dan bukan soal yang lain. Jika ada seseorang ingin menjadi guru karena ingin mencari uang dengan kerja santai. Jika ingin kaya, keluarlah dari pekerjaan ini. Guru bukanlah pekerjaan yang digaji mahal, maka dari itu Stop! Urungkan niat untuk menjadi guru. Carilah pekerjaan lain.

Bagi guru yang sudah diangkat sebagai pegawai negeri, bersyukurlah dan tingkatkan kualitas hati agar makin kuat passion yang dimiliki. Di Indonesia, tidak sedikit dari kalangan PNS yang kerjanya asal-asalan dan terkesan seenaknya sendiri. Alasannya klasik, "mau rajin atau tidak, toh gaji kami tetap". Sungguh sangat disayangkan jika benar banyak yang seperti itu. Perlu diketahui bahwa pekerjaan menjadi seorang guru pertanggungjawabannya bukanlah kepada Negara, melainkan kepada Tuhan. Jika seorang guru berfikir sempit bahwa mengabdi kepada negara, mungkin saja ia melupakan untuk "mendidik" siswa, bukan "mengajar" saja.

Semangat pantang surut membangun Indonesia di bidang pendidikan!
Maju terus Indonesia
Salam edu



Kamis, 11 Februari 2016

CARA SEDERHANA MEMILIH SEKOLAH YANG BAIK UNTUK ANAK KITA. 

Tidak perlu banyak teori yang berbelit-belit, tidak perlu harus ada label unggulan, favorit atau akreditasi A 
Tapi perhatikanlah baik-baik hal-hal sebagai berikut:

1. Perhatikan baik2 mulai kita datang dan bertanya informasi apakah disambut dengan baik, ramah, di jelaskan dengan sabar; atau malah sebaliknya tidak ada yang menyapa, tidak ramah, tidak paham info dan di pimpong kesana kemari.
Jika ke kita saja tidak ramah apa lagi nanti ke anak-anak kita ?
Itu artinya secara sistem dan kesiapan sekolah dan sumber dayanya masih berantakan dan tidak terkoordinasi dengan baik; itu akan sangat berdampak pada anak saat proses belajar mengajar berlangsung. Jika gurunya tidak ramah pada kita saat itu Bisa dipastikan banyak guru yang tidak ramah, tidak sabar pada saat mengajar anak kita di sekolah.

2. Pada saat kita bertanya tentang sekolah, apakah sekolah meminta komitmen pada orang tua, jika perlu dalam bentuk resmi di tanda tangani untuk mengajak orang tua bekerjasama dalam menyelesaikan masalah anak secara tuntas hingga ke rumah, atau lebih banyak membahas syarat-syarat administrasi pendaftaran dan biaya2 yang harus di bayarkan ?
Itu artinya sekolahnya lebih fokus pada administratif dan keuangan daripada ke anak didiknya dan proses pendidikannya. 
Sekolah semacam ini biasanya terlihat mentereng dan keren tapi muridnya banyak mengalami masalah dan tertekan.

3. Apakah banyak tukang jualan makanan yang tidak jelas di depan sekolah? atau memiliki kantin sendiri atau anak malah di anjurkan membawa bekal dari rumah.
Jika sekolah membiarkan banyak tukang jualan maknan dan anak dibolehkan membelinya berarti sekolah tersebut tidak peduli pada kesehatan anak kita terutama pada makanan yang berpotensi mengandung racun atau bahkan narkoba (zaman sekarang banyak gula2 yang disisipi narkoba - seperti berita2 investigasi di tv).

4. Pergilah ke kantin sekolah tersebut saat anak2 istirahat dan makan disana; perhatikan apa obrolan mereka, apakah mereka menggunakan kata yang halus dan sopan atau sebaliknya; dan bagaimana mereka bergaul disana apakah lebih banyak memuji atau mengejek atau malah "nge gank" dan tidak membaur saat makan;
jika anak membicarakan hal-hal negatif dan melakukan hal-hal negatif itu artinya prilaku itulah yang nanti akan ditularkan pada anak kita dan dibawa pulang kerumah. Artinya sekolah kurang peduli pada perkembangan akhlak anak.
5. Pergilah ke Toiletnya setelah lihat kelasnya ; apa bila toiletnya kotor, jorok dan bau; jelas bahwa sekolah tersebut tidak peduli pada kebersihan dan kesehatan anak kita. Karena Toilet adalah ukuran kebersihan sekaligus barometer kepedulian dari pihak pengelola terhadap institusi yang dipimpinnya.

Rabu, 10 Februari 2016

BERIKUT INI PETIKAN ARTIKEL PENDIDIKAN

Sekitar empat tahun yang lalu saya mengadakan seminar di sebuah sekolah ternama, dan hasilnya amat sangat mengguncang sekolah tersebut, karna setelah itu banyak guru dan kepala sekolah yang datang kepada saya mengatakan bahwa, apa yang saya sampaikan tidak pantas disampaikan kepada murid yang datang pada saat itu, karna saya lebih pro ke murid daripada ke sekolah tersebut.
Tapi saya akan mengatakan lagi hal ini ke anda supaya anda dapat mendengarkan apa yang saya sampaikan pada saat itu walaupun dalam waktu yang singkat karna hanya dalam bentuk suara rekaman suara saya.
Pertama, saya ingin mengatakan dulu bahwa sekolah itu, “penting”. Ok?
Jadi, bukan mengatakan bahwa anda tidak harus sekolah, jangan sampe ke sana larinya. Tapi saya ingin mengatakan bahwa, walaupun sekolah itu penting,, namun banyak hal yang salah di dalam sekolah; terutama, di Indonesia.
Mengapa?
Begini saja...
Anda pasti tau bahwa banyak sekali anak2 yang jelek nilai sekolahnya atau tidak baik di sekolahnya, tapi besarnya bisa sukses. Sedangkan anak2 yang sukses di sekolah, saya tidak mengatakan bahwa mereka tidak bisa sukses, tapi banyak sekali yang akhirnya kerja, menjadi pegawai biasa. Kenapa hal itu bisa terjadi?
Karna masa depan tidak ditentukan oleh sekolah.
Kalo anda liat dari, apa sih yang ingin dibentuk oleh sekolah?
Menurut saya hanya satu, sekolah ingin membentuk anak2nya menjadi guru.
Jadi, guru matematika, ingin membuat anak2nya menjadi guru matematika. Guru sejarah ingin membuat anak2nya yang belajar, menjadi guru sejarah. Begitu juga dengan guru2 lainnya.
Anehnya, kalo kita ambil seorang guru, ambil saja, aroundtheworldlineat guru matematika. Lalu, kita beri test tentang geografi, saya berani yakin bahwa dia tidak menguasai geografi. Atau guru kimia, kita test seni rupa, saya yakin guru kimia tersebut tidak bisa melakukan test seni rupa, atau nilainya jelek.. Atau guru seni rupa, kita test olahraga, pasti dia juga tidak bisa olahraga dengan nilai baik.
Lalu mengapa, kalau guru2 tersebut tidak bisa melakukan hal lain dengan nilai baik, tapi murid2nya dipaksakan mendapatkan semua nilainya baik. Aneh kan???
Kalau gurunya saja hanya menguasai satu mata pelajaran, mengapa semua murid harus menguasai semua mata pelajaran.
Ya, mungkin untuk dasar, katanya.
Tapi, toh ternyata ketika sudah dewasa sang guru pun sadar bahwa dia tidak menggunakan atau tidak memerlukan semua ilmu/pelajaran yang diberikan pada saat dia kecil. Iya tidak???
Karna, pada dasarnya tidak ada manusia yang bisa sempurna dalam segala hal, begitu juga murid2.
Murid2 tidak bisa menguasai semua hal secara baik. Banyak sekali pelajaran2 yang diberikan dan tidak digunakan ketika dewasa.
Contohnya begini saja, mempelajari peta buta. Saya sampai sekarang tidak tau kenapa saya harus mempelajari peta buta ketika saya kecil. Saya tidak menjadi ahli geografi, saya juga tidak menjadi tour guide, saya tidak menjadi itu. Lalu buat apa saya dulu mempelajari itu? Kalo saya ingin menjadi seorang tour guide atau saya ingin menjadi seorang ahli geografi, mungkin saya harus mempelajari hal tersebut.
Atau, menghafalkan nama2 gubernur, menghafalkan nama2 walikota, yang sedangkan walikota atau gubernur berganti setiap berapa tahun sekali.
Jadi, sangat amat tidak masuk akal, menurut saya. Saya tidak tahu sekarang masih atau tidak harus menghafal nama2 tersebut. Dulu saat saya masih sekolah, di SMP atau SMA saya lupa, guru akuntan saya mengatakan pada saya, karna nilai akuntan saya jelek.
“Kalau nilai akuntansi kamu jelek, Ded, kamu tidak akan bisa menjadi orang sukses.”
O ya? Ternyata saya bisa sukses dan saya bisa membayar akuntan yang bekerja pada saya. Itu adalah fakta..
Sekarang, begini sajalah, apa sih yang harus dirubah? Sekolahnya?
Mungkin sistemnya.
Mengapa tidak sejak kecil ketika anak masih dari sekolah SD, kita lihat dulu berapa lama, apa yang dia suka. Lalu kita bagi kelasnya. Aroundtheworldlineat Kalau anak tersebut suka matematika, berikan pelajaran matematika lebih banyak, kalau anak tersebut suka sejarah, berikan dia pelajaran sejarah lebih banyak.
Jadi seperti orang kuliah tapi sejak kecil. Jadi sejak kecil anak itu sudah dijuruskan kepada apa yang dia suka, bukan dijejalkan dengan semua pelajaran yang dia suka atau tidak suka, harus bisa dan harus hafal. Ada anak dengan rengking satu yang bisa menghafalkan semuanya, tapi begitu dia menjadi dewasa, pikirannya telah terkotaki, kreativitasnya telah buntu, otak kanannya tidak akan jalan.
Kenapa?
Karna yang dipakai hanya otak kiri, menghafal, menghafal, menghafal, menghafal, menghafal.
Akhirnya, bukan pintar, bukan cerdik, tapi jago menghafal. Menghafal rumus matematika, menghafal sejarah, menghafal peta buta, dan sebagainya.Dan biasanya anak2 tersebut pelajaran olahraganya atau pelajaran seni rupanya jelek karna otak kanannya tidak dipakai.
Anak saya sekolah di sekolah internasional, dan sejak kecil, sejak SD, anak saya sudah diarahkan ke pelajaran mana yang dia lebih suka dan kelasnya lebih banyak. Jadi, kelasnya banyak dan anaknya sendiri yang datang ke kelas bukan gurunya yang datang ke kelas untuk mengajar anaknya.
Lalu bagaimana merubah itu semua???
Memang susah karna sekolah pasti tidak akan ingin merubah. Butuh tahunan untuk merubah itu.
Saya harap satu saat bisa. Tapi sebelum itu bisa, apabila yang mendengarkan suara saya ini orangtua, dengarkan ini baik2.
Apabila yang mendengarkan suara saya ini adalah anak2, minta orangtua anda untuk mendengarkan suara saya, sebentar saja.
Kalau seandainya orangtua mendukung apa yang paling anak sukai dalam mata pelajaran, mungkin dia akan menjadi anak yang lebih berhasil nanti kedepanya.
Bagaimana caranya?
Begini, pelajaran matematika merah, pelajaran seni rupa bagus, kenapa yang harus di lesi di rumah pelajaran matematika? Kenapa memanggil guru matematika untuk memberi les tambahan matematika?
Tidak perlu kan? Kenapa tidak dilesi sesuatu yang memang anak itu suka! Kalau anak saya pelajaran matematikanya jelek dan pelajaran seni rupanya bagus, saya tentu akan meleskan anak saya seni rupa, supaya bakatnya sudah mulai dikembangkan sejak kecil.Bukan memaksakan hal yang memang mereka tidak suka.
Kalau seni rupanya jelek, sejarahnya bagus, biarkan pelajaran seni rupanya jelek, pelajaran sejarahnya dibantu orangtuanya di rumah untuk lebih dikembangkan. Memang ada pelajaran2 yang kalau nilai anda jelek maka anda tidak lulus ujian atau tidak naik kelas.
Ya, kalo pelajaran2 seperti itu dibantu supaya mendapatkan nilai secukupnya, cukup untuk lulus & naik kelas tentunya. Tidak perlu sembilan, tidak perlu sepuluh.
ingat! nilai pelajaran anda tidak menentukan masa depan anda, nilai UAS anda tidak menentukan masa depan anda, anda rengking satu di kelas bukan berarti anda akan berhasil menjadi manusia kelak ketika anda dewasa, sama sekali tidak berhubungan menurut saya.
Kuncinya adalah orangtua di sini. Orangtua harus mendukung apa yang anak suka. Kalau ada pelajaran yang jelek, pelajaran yang baik, dukung pelajaran yang baik...
Jangan memaksakan terhadap anak dari yang asalnya pelajarannya jelek menjadi bagus, nilainya sembilan atau sepuluh, tidak penting!
Tidak perlu takut untuk mendapatkan nilai jelek!
Tidak perlu takut untuk tidak naik kelas!
Tidak naik kelas bukan berarti masa depan anda hancur!
Ada lho, anak yang sampai bunuh diri karna dia tidak naik kelas, justru itu yang hancur masa depannya.
Saya, pernah tidak naik kelas. Masalah? Tidak sama sekali.
Orangtua saya marah? Tidak sama sekali pada saat itu. Kebetulan orangtua saya berpikiran luar biasa dan moderat, dan tidak semua orangtua bisa seperti itu.
Tapi itulah yang saya harapkan dari para orangtua di Indonesia. Memberikan dukungan pada anak2nya, tidak memarahi anak pada saat nilai anaknya jelek, tidak menghakimi pada saat tidak semua pelajaran nilai sang anak mendapatkan yang terbaik. Kita harus mengerti dan mendukung apa yang anak itu suka.
Ingat sekali lagi bahwa,
Masa depan anda tidak tergantung pada pintar tidaknya anda di sekolah anda.
Masa depan anda, ada di tangan anda.
Jangan takut untuk mendapatkan merah di sekolah anda.
Kadang2, merah artinya sukses, untuk masa depan anda.
(Deddy Corbuzier)


Kenapa kalau kamu BAB pasti juga kencing? Simak jawabannya

Brilio.net - Kenapa setiap Buang Air Besar (BAB) pasti diikuti dengan kencing? Tapi kenapa setiap kencing nggak diikuti dengan BAB? Barangkali kamu juga pernah kepikiran tentang pertanyaan tersebut.

Nah, gimana penjelasan tentang hal itu? Berikut penjelasan dokter Adams, dokter di North Shore University Hopsital di Manhasset, New York tentang BAB dan kencing yang brilio.net kutip dari poopreport.com.

Ada banyak otot yang terlibat dalam membantu proses buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK). Otot-otot tersebut memiliki fungsi ganda, menahan serta melepaskan air urin dan tinja keluar. Otot yang menahan tinja lebih kuat dan lebih besar dari otot-otot yang menahan urin.

Otot-otot utama yang berfungsi menahan tinja adalah sfingter anal internal dan eksternal. Sfingter internal merupakan organ yang secara otomatis akan rileks perlahan ketika tinja akan keluar hingga mengenai sfingter eksternal.

Inilah yang menyebabkan seseorang merasakan hasrat untuk BAB. Saat kamu sudah berhasrat untuk mengeluarkan tinja, maka secara otomatis ada respons yang membuat sfingter eksternal meregang.

Begitu juga dengan cara kerja sfingter uretra. Sfingter uretra internal yang digunakan untuk menahan kencing, sedangkan sfingter eksternal digunakan untuk melepaskan hasrat kencing.

Jadi mengapa kita sering kencing ketika BAB dan tidak untuk sebaliknya? Alasan utamanya karena otot-otot dasar panggung sangat berperan dalam BAB dan kencing.

Jadi ketika otot panggul rileks sehingga memudahkan keluarnya tinja, maka sfingter uretra yang menahan kencing juga rileks. Karena sfingter uretra rileks, maka otomatis air kencing akan keluar tanpa terhalangi. 

Karena sfingter anal lebih kuat daripada sfingter uretra maka lebih mudah bagi kamu untuk mengontrol tinja daripada urin.

Selasa, 09 Februari 2016

6 Tahapan Pengolahan Minyak Bumi 

Bensin, solar, gas LPG, aspal, avtur, dan lilin merupakan beberapa contoh produk turunan yang dihasilkan dari proses pengolahan minyak bumi mentah. Proses pengolahan minyak bumi yang dilakukan untuk membuat minyak mentah menjadi siap guna rupanya terjadi dalam alur yang cukup panjang. Minyak mentah yang terdiri dari berbagai bahan awalnya dipisahkan berdasarkan titik didihnya menjadi beberapa fraksi melalui proses destilasi. Fraksi-fraksi tersebut kemudian dimurnikan, diperbaiki struktur molekulnya, kemudian dibersihkan dari bahan pengotor, dan terakhir ditambahi dengan bahan-bahan aditif hingga menjadi produk bahan bakar yang siap guna. Proses Pengolahan Minyak Bumi Jika Anda ingin tahu bagaimana minyak bumi diolah sehingga menjadi produk yang siap guna, ikuti bagan atau diagram alir dan tahapan yang menjelaskan proses pengolahan minyak bumi berikut ini. 

1. Destilasi atau Fraksinasi Tahap pertama yang harus dilalui dalam proses pengolahan minyak bumi mentah adalah destilasi. Destilasi (sering pula disebut fraksinasi) adalah proses pemisahan fraksi-fraksi dalam minyak bumi berdasarkan perbedaan titik didih. Proses destilasi biasanya dilakukan pada sebuah tanur tinggi yang kedap udara. Minyak bumi mentah dialirkan ke dalamnya untuk dipanaskan dalam tekanan 1 atmosfer pada suhu 370°C. Pemanasan minyak mentah ini kemudian membuat fraksi-fraksi dalam minyak bumi terpisah. Fraksi yang memiliki titik didih terendah akan berada di bagian atas tanur, sedangkan fraksi yang memiliki titik didih tinggi akan berada di dasar tanur. Beberapa fraksi dari proses destilasi minyak bumi ini sudah dijelaskan pada artikel terdahulu tentang fraksi-fraksi minyak bumi.

 2. Cracking Fraksi-fraksi yang dihasilkan dari proses destilasi kemudian dimurnikan (refinery) melalui proses cracking. Cracking adalah tahapan pengolahan minyak bumi yang dilakukan untuk menguraikan molekul-molekul besar senyawa hidrokarbon menjadi molekul-molekul hidrokarbon yang lebih kecil, misalnya pengolahan fraksi minyak solar atau minyak tanah menjadi bensin. Proses cracking dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu cara panas (thermal cracking), cara katalis (catalytic cracking), dan hidrocracking. 

3. Reforming Setelah dilakukan pemurnian melalui cracking, tahap pengolahan minyak bumi dilanjut dengan proses reforming. Reforming adalah proses merubah struktur molekul fraksi yang mutunya buruk (rantai karbon lurus) menjadi fraksi yang mutunya lebih baik (rantai karbon bercabang) yang dilakukan dengan penggunaan katalis atau proses pemanasan. Karena dilakukan untuk merubah struktur molekul, maka proses ini juga bisa disebut sebagai proses polimerasi

4. Alkilasi dan Polimerisasi Setelah diperbaiki struktur molekulnya, fraksi-fraksi yang dihasilkan dari pengolahan minyak bumi mentah kemudian melalui proses alkilasi dan polimerisasi. Alkilasi adalah tahap penambahan jumlah atom pada fraksi sehingga molekul fraksi menjadi yang lebih panjang dan bercabang. Proses alkilasi menggunakan penambahan katalis asam kuat seperti HCl, H2SO4, atau AlCl3 (suatu asam kuat Lewis). Sedangkan polimerisasi adalah tahap penggabungan molekul-molekul kecil menjadi molekul yang lebih besar dalam fraksi sehingga mutu dari produk akhir akan lebih meningkat. 

5. Treating Treating adalah proses pemurnian fraksi minyak bumi melalui eliminasi bahan-bahan pengotor yang terikut dalam proses pengolahan atau yang berasal dari bahan baku minyak mentah. Bahan-bahan pengotor yang dihilangkan dalam proses treating tersebut antara lain bau tidak sedap melalui copper sweetening dan doctor treating, lumpur dan warna melalui acid treatment, parafin melalui dewaxing, aspal melalui deasphalting, dan belerang melalui desulfurizing. 

6. Blending Tahap terakhir yang dilalui dalam proses pengolahan minyak bumi sehingga menghasilkan bahan siap guna adalah proses blending. Blending adalah tahapan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk melalui penambahan bahan-bahan aditif ke dalam fraksi minyak bumi. Bahan-bahan aditif yang digunakan tersebut salah satunya adalah tetra ethyl lead (TEL). TEL adalah bahan aditif yang digunakan menaikkan bilangan oktan bensin. Nah, itulah keenam tahapan proses pengolahan minyak bumi dari mulai berupa minyak mentah hingga menjadi bahan bakar atau bahan baku yang siap guna. Cukup panjang bukan proses pengolahannya?

Minggu, 07 Februari 2016

Selamat hari raya imlek bagi yang merayakan

Anyway, ada kabar gembira untuk sobat SMP 1 Tapara. Mulai besok MADING atau biasa disebut majalah dinding sekolah akan terbit tiap minggunya. Tiap seminggu sekali akan di-update oleh kelas yang berbeda, so bisa dipastikan bakal berbeda versi tiap minggunya. Sebagai kelas awal yang punya kesempatan pertama adalah kelas 8B. Kelas ini didikan dari wali kelas ibunda Ulam Ayunda, S.Pd. Siswanya dimotori oleh redaksi yang dipimpin Rena. Bukan penyanyi dangdut Rena KDI lho, hehe tapi penyanyi kamar mandi ckck. Eh salah lagi. Nama lengkapnya Renanda Vermonika. Ingat! Vermonika, bukan agnes monica hahaha. Bersama dengan Gilang baskara alias Gilang, iyee cowok gagah yang terkenal ke pelosok bulungan itu. Pelosok itu daerah terpencil mas bro hehe. Just kidding.   Ada juga Venny Aryani dara manis asal desa karang agung. Manis tapi dari desa cuy. Kalo manis dari tebu itu gula merah wkwkwk. Lanjut lagi ada Devi, eits bukan Artika Sari Devi yang pernah jadi miss indonesia. Tapi ini Devi Anggraeni, cewek kalem berhijab yang tempat duduknya di kelas berada di pojok, mungkin terinspirasi permainan sepak bola yee yang ada sepak pojoknya. Ngaco bener ya. Selanjutnya ada Soni Alan Saputra. Cowok asal panca agung, multitalent. Beberapa talent yang dimiliki yaitu main kelereng, main layangan, makan, tidur, dan mandi pada waktu yang bersamaan. Sumpeh loe?? Jangan terlalu serius hehe namanya becanda. Mereka adalah redaksi kelas 8B yang didukung oleh seluruh kelas 8B. 

Mading merupakan sarana berekspresi siswa SMP 1 Tapara dalam menyalurkan bakat jurnalistik yang terpendam dan tertutupi malu, minder, malas yang selama ini menunggu untuk dibangunkan agar bisa meledakkan kreativitas yang mereka miliki.

Postingan kali ini gak ada gambarnya, harap maklum soalnya gadget tidak mendukung. Ehem langsung aja untuk yang pertama kita tampilkan Mading 8B. Pingin liat kayak apa madingnya?? Check it out!!
Hanya di SMP 1 Tapara
Tomorrow. . . Selasa 9 Februari 2016!!